Produsen Mobil LCGC Siap Ajukan Kenaikan Harga

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Menjelang pergantian tahun, calon konsumen mobil murah dan ramah lingkungan (LCGC) bakal dihadapkan pada kenyataan, yaitu kenaikan harga.

Hal itu mengacu pada pertimbangan yang dilakukan sejumlah produsen mobil LCGC untuk mengajukan plafon harga baru pada tahun depan seiring dengan tekanan biaya produksi.

“Sejauh ini, produsen LCGC masih mencermati pergerakan makro ekonomi, seperti inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat,” kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM), Jonfis Fandy, di Jakarta, Selasa (1/12).

Selain sebagai syarat pengajuan kenaikan plafon harga jual, menurut Jonfis, pelaku industri juga menilai kondisi makro tersebut bakal mempengaruhi ongkos produksi LCGC.

“Kami masih terus mempertimbangkannya, sehingga semua faktor akan kami terus cermati,” papar dia.

Sedangkan 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Davy J Tuilan, mengatakan hingga saat ini pelaku industri umumnya tengah menghadapi melonjaknya ongkos produksi sekaligus pelemahan pasar domestik.

“Dengan begitu, pengajuan kenaikan plafon harga mesti mengkaji dua hal tersebut. Kalau kami nanti mengikuti arahan pemerintah saja,” tuturnya.

Dalam memasarkan mobil LCGC, agen pemegang merek (APM) terikat kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Permenperin No.33/2013 tentang Kendaraan Hemat Energi Harga Terjangkau.

Sebagai program yang disokong fasilitas bebas tarif dari pemerintah, mobil LCGC diatur dengan plafon harga jual.

Pasal 2 ayat 1 huruf e Permenperin No.33/2013 tentang kendaraan hemat energi harga terjangkau disebutkan harga setinggi-tingginya hanya Rp95 juta. Syaratnya, isi silinder maksimal 1200cc dengan tingkat konsumsi bahan bakar RON 92 sebesar 20 kilometer per liter.

Plafon harga tersebut merupakan besaran harga jual ke konsumen di luar penambahan fitur. Untuk LCGC yang dilengkapi transmisi otomatis, tambahan harga maksimal 15% dari Rp95 juta dan ditambah 10% lagi untuk perangkat keselamatan.

Untuk menaikkan plafon harga diatur dalam Pasal 2 ayat 6 dan Pasal 3 peraturan yang sama. Ketentuannya hanya berlaku bagi produk yang pemasarannya telah melewati satu tahun, serta melalui pertimbangan khususnya tingkat inflasi. [mor]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here