60 Sampai 70 Persen Orang Indonesia Senang Beli Mobil Secara Kredit

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Mobil saat ini boleh dibilang sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Tak heran jika laju pertumbuhan mobil nasional dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, meski pada tahun ini mengalami kelesuan pasar akibat situasi ekonomi yang masih belum stabil.

Namun tahukah Anda berapa jumlah antara orang beli mobil secara tunai dengan kredit? Berbagai sumber menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen orang Indonesia membeli mobil secara kredit.

Menurut David Iskandar, President Director PT Toyota Astra Finance (TAF), perbandingan orang beli mobil secara kredit adalah sekitar 60 hingga 70 persen, itu pun tergantung dari segmennya masing-masing. (baca; Layanan E-Kiosk dan Pop Up Van Beri Kemudahan Konsumen Punya Mobil & Cukup Sekitar 5 Menit Bisa Punya Mobil Toyota)

“Semakin segmen ke bawah makin tinggi pula porsi kreditnya, jadi boleh dibilang sekitar 60 sampai 70 persen orang beli mobil secara kredit. Sedangkan untuk merek-merek atas mungkin sekitar 60 persen,” ujar David kepada Rajamobil.com, beberapa waktu lalu.

Sementara itu menurut Senior Vice President PT Adira Dinamika Multi Finance, Danny Hendarko, kepada Rajamobil.com menjelaskan, pembelian kendaraan sekarang ini dominasinya masih banyak dilakukan dengan cara kredit. (baca; Hati-hati Jangan Salah Pilih Leasing Mobil Jika Tak Ingin Seperti Ini).

“Untuk mobil angkanya itu dikisaran 60 persen, mungkin kemarin itu untuk mobil malah bisa sampai 70 persen, tapi saat ini orang yang beli tunai terbilang agak meningkat,” pungkas Danny.

Lebih lanjut, pria yang murah senyum ini menerangkan beberapa alasan mengapa kebanyakan orang lebih memilih kredit daripada tunai dikarenakan selain takut harganya naik, juga lebih kepada soal kebutuhan saja. (baca juga; Mau Kredit Mobil, Pilih Cicilan Ringan atau DP Murah).

“Kalau mereka menunggu sampai punya uang tunai, mungkin yang ditakutkan nantinya harga mobilnya akan naik, dan di sisi lain kebutuhannya sudah sangat mendesak harus punya kendaraan. Namun bagi yang punya usaha biasanya lebih memilih untuk nyicil daripada tunai, sebab mereka bisa menggunakan sebagian anggarannya itu untuk perputaran bisnis,” pungkas Danny.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?