Gaikindo: Kebijakan Impor Truk Bekas Merugikan

Gaikindo: Kebijakan Impor Truk Bekas Merugikan

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Kebijakan impor barang modal dalam kondisi bekas pakai dinilai akan merugikan industri truk nasional. Apalagi jika impor itu dilakukan tanpa melalui Agen Pemegang Merek (APM).

Untuk itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia meminta pemerintah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 127/2015 tentang ketentuan impor barang modal dalam keadaan tidak baru.

“Kebijakan ini mengancam produsen truk lokal dan konsumen,” kata Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto, di Jakarta.

Impor tanpa melalui Agen Pemegang Merek (APM), menurut Yongkie, membuat konsumen pengguna akhir (end user) dikhawatirkan bisa menggunakan suku cadang yang tidak direkomendasikan.

“APM yang ditugaskan sudah seharusnya mengatur soal impor truk bekas. Jangan pengguna langsung, kalau seperti ini tidak jelas siapa nanti yang akan memberikan servis resmi maupun suku cadangnya,” papar dia.

Kebijakan ini, lanjut Yongkie, justru bisa mengacaukan penjualan truk baru milik APM.

“Dampaknya, harga truk bisa jauh lebih murah dibanding truk baru,” ujar Yongkie.

Yongkie menambahkan, mengingat peraturan ini sudah berlaku sejak awal Januari, pemerintah diharapkan membahas aturan ini bersama Gaikindo.

“Gaikindo selama ini tidak pernah diajak duduk bersama dalam penyusunan beleid tersebut. Kami berharap peraturan ini bisa diubah dan hanya memperbolehkan importasi truk bekas untuk jenis yang tidak bisa diproduksi di Indonesia,” tuturnya.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan truk pada tahun lalu sebanyak 70.747 unit, turun 41,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 120.014 unit.

Dari angka tersebut, truk dengan berat atau Gross Vehicle Weight (GVW) di bawah lima ton mendominasi penjualan dengan jumlah 59.486 unit.[yog].

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here