Ekspor Mobil RI ke Timteng Kenapa Loyo?

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Selain Amerika Latin, kawasan Timur Tengah (Timteng) selama ini menjadi pasar ekspor bagi kendaraan roda empat yang diproduksi di Indonesia. Tapi belakangan ekspor mobil ke Timur Tengah menurun.

Untuk alasan terjadinya penurunan volume ekspor kendaraan produksi Indonesia ke kawasan kaya minyak itu lebih disebabkan oleh semakin merosotnya harga minyak mentah dunia. Padahal minyak mentah adalah komoditas utama sebagai penyumbang devisa bagi negara-negara kawasan Teluk.

“Menurunnya harga minyak dunia menyebabkan ekspor kendaraan dan bagiannya ke kawasan Timur Tengah yang menjadi pasar utama turun, sehingga neraca dagang kendaraan dan bagiannya defisit US$126,8 juta pada bulan lalu,” kata General Manager Marketing Strategy and Product Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Budi Nur Mukmin, di Jakarta, baru-baru ini.

Saat ini, menurut Budi, ekspor kendaraan bermotor asal Indonesia lebih banyak menyasar kawasan Timur Tengah. Seiring dengan kelesuan harga minyak dunia, maka permintaan dari negara kawasan tersebut ikut melemah.

“Dari sisi ekspor, harga minyak itu berpengaruh besar, sehingga dibutuhkan upaya untuk memperluas pasar di luar negara yang bertumpu pada penghasilan minyak,” papar dia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor kendaraan dan bagiannya selama Februari tahun ini mencapai US$389,1 juta, turun 17,35% bila dibandingkan dengan pencapaian Februari 2015 sebesar US$470,8 juta.

Dibandingkan dengan pencapaian pada Januari 2016 sebanyak US$344,3 juta, perolehan Februari sebenarnya terdapat peningkatan 13%.

Total keseluruhan nilai ekspor Januari dan Februari tahun ini mencapai US$733,4 juta. Berbanding dengan raihan tahun lalu, terjadi penurunan 19,11% karena selama dua bulan pertama tahun lalu, nilai ekspor tersebut menembus US$906,7 juta.

Pada periode Januari sampai Desember 2015, neraca dagang menunjukkan hasil positif, nilai ekspor jauh lebih besar ketimbang nilai impor. Neraca perdagangan sektor otomotif sepanjang tahun lalu surplus sebesar US$79,54 juta. [yog]

Berita terkait

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here