Kebutuhan Baja Impor Otomotif Bakal Segera Turun

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Selama ini industri otomotif dalam negeri masih membutuhkan pasokan baja impor. Tapi dalam waktu dekat kebutuhan baja impor bisa berkurang.

Kementerian Perindustrian menyatakan, pabrik baja otomotif milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin akan selesai konstruksi akhir tahun ini dan siap beroperasi awal tahun depan.

“Konstruksi pabrik pelat baja galvanis dengan kapasitas 500.000 ton per tahun tersebut hingga saat ini mencapai 60%,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, di Jakarta, Kamis (17/3).

Saat ini, menurut Putu, baja galvanis yang digunakan untuk membuat badan mobil masih diimpor 100%. Jika pabrik tersebut beroperasi, substitusi impor yang terjadi dapat mencapai 50%.

“Untuk produksi mobil 1 juta unit itu paling tidak butuh 700.000 toh hingga 800.000 ton. Kalau digabung dengan sepeda motor mungkin kebutuhan baja galvanis mencapai 1 juta ton,” papar dia.

Perusahaan joint venture Krakatau Steel dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) ini menanamkan investasi sebesar US$400 juta untuk pabrik di Cilegon.

“Pihak NSSMC meminta kepastian dalam proses penyelesaian pabrik mereka dan minta tolong diperhatikan untuk kemudahan impor bahan baku maupun mesin,” ujarnya.

Putu menambahkan, baja galvanis masih memerlukan impor bahan baku berupa CRC yang memiliki standar untuk otomotif. Adapun industri baja dalam negeri masih belum bisa memproduksi CRC dengan spesifikasi yang dibutuhkan industri baja galvanis.

“Paling tidak dengan membangun fasilitas pengolahan di sini, yang impor hanya bahan baku. Tapi kebergantungan impor untuk baja otomotif sendiri bisa turun,” tutur Putu. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here