Soal Ketidaksesuaian BBM, Mitsubishi Yakinkan Tidak ‘Ngefek’ ke Indonesia

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Masalah yang menimpa empat model kendaraan yang produksi Mitsubishi Motor Corporation (MMC) atas ketidaksesuaian data konsumsi bahan bakar bensin (BBM) untuk mini car, eK Wagon, ek Space, Dayz, dan Dayz Rooz, sontak ramai diperbincangkan.

Terkait isu pengecohan BBM tersebut, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku agen pemegang merek kendaraan Mitsubishi di Indonesia menyatakan konsumen di Indonesia tak perlu khawatir sebab pihaknya akan bertanggung jawab bila hal itu sampai terjadi di sini.

“Jika ini terjadi di Indonesia, maka kami akan bertanggung jawab penuh,” ujar Hisashi Ishimaki, Presiden Direktur PT KTB, saat berbincang-bincang santai dengan sejumlah awak media otomotif di Jakarta, Kamis (21/4).

Selaku perwakilan Mitsubishi di Indonesia, Hisashi, mengatakan, saat ini pihak principal di Jepang tengah melakukan proses investigasi terhadap seluruh mobil buatannya. Tak tanggung-tangung MMC telah membentuk komite investigasi eksternal terkait kasus tersebut.

“Untuk investigasi saat ini masih berlanjut, kita di Indonesia hingga kini juga menunggu hasilnya,” ujar Hisashi.

Sebelum pada Kamis (20/4), MMC mengeluarkan keterangan resmi soal penemuan ketidaksesuaian data pengujian konsumsi BBM yang diserahkan kepada Kementerian Darat, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang.

Dalam pernyataan resminya, MMC menjelaskan dalam proses pengembangan produk generasi mini car, Nissan menemukan deviasi konsumsi BBM tersebut. Dan meminta Mitsubishi untuk meninjau nilai running resistence yang telah diatur saat melakukan pengujian.

Sementara dari hasil temuan yang didapat MMC juga dilaporkan bahwa adanya ketidaksesuaian konsumsi BBM yang sebenarnya dari keempat produk tersebut.

Hingga akhir Maret 2016, MMC telah memasarkan ribuan unit eK Wagon dan ek Space, serta memasok sebanyak 468 ribu unit Dayz dan Dayz Rooz ke Nissan untuk pasar Jepang.

Untuk itu, MMC menyampaikan permintaan maaf kepada para konsumen dan pihak-pihak yang merasa dirugikan. Mitsubishi bersama Nissan sementara memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan dari keempat kendaraan tersebut, sekaligus akan mendiskusikan besaran kompensasi terkait masalah ini.

“Di Jepang, soal insentif yang diberikan kepada suatu mobil tergantung besaran konsumsi bahan bakar, kalau lebih irit maka besaran insentif juga bisa lebih besar,” kata Hisashi.

Lebih lanjut Hisashi mengungkapkan, kejadian ini tidak berpengaruh pada rencana MMC di Indonesia, seperti pembangunan pabrik baru hingga produksi Low Multi Purpose Vehicle (LMPV).

Jika hasil investigasi terhadap produk MMC di Jepang berefek kepada produk yang beredar di sini, Hisashi menyatakan KTB akan membahas pertanggungjawaban kepada konsumen di Indonesia.  Bahkan, sejauh ini bila memang terjadi penarikan produk, KTB akan senantiasa menginformasikan secara terbuka kepada konsumen. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here