Importir Produsen Mobil Merasa Dianaktirikan

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, dinilai lebih memihak importir umum mobil ketimbang importir produsen.

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terbitnya beleid yang mengatur importasi barang komplementer, tes pasar, dan purna jual oleh importir produsen lebih berpihak kepada importir umum.

“Importir umum belum ada persyaratan khusus, sedangkan untuk importir produsen sudah jelas, mereka mempunyai pabrik di dalam negeri. Kami juga menganggap wajar jika harus menyertakan lampiran rencana usaha dan investasi sebagai syarat impor,” kata Yongkie D. Sugiarto, Ketua I Gaikindo, di Jakarta, Senin (9/5).

Maret lalu, Kementerian Perindustrian menerbitkan Permenperin No.19/2016 tentang ketentuan pemberian rekomendasi impor barang komplementer, barang untuk keperluan tes pasar, dan pelayanan purna jual. Beleid itu merupakan panduan teknis dari beleid yang diterbitkan Kementerian Perdagangan setahun sebelumnya.

Pada Permendag No.118/2015 tentang Ketentuan Impor Barang Komplementer, Barang Untuk Keperluan Tes Pasar, dan Pelayanan Purnajual terdapat aturan baku bagi aktivitas impor para importir produsen. Dalam beleid yang sama, Kemendag mengamanatkan kepada Kemenperin sebagai tiang gawang pemberi rekomendasi impor tersebut.

Namun sayangnya, pelaku industri menganggap bundel Permendag dan Permenperin itu kurang adil karena jenis importir terdiri dari dua, yakni importir produsen dan importir umum. Sementara kedua kebijakan itu hanya menekankan kepada importir produsen. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?