Ini Kiat Pacu Pemasaran Mobil Diesel di Indonesia

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Populasi mobil penumpang bermesin diesel di Tanah Air memang sangat tertinggal dibandingkan kendaraan niaga yang rata-rata mengonsumsi solar. Apa pemicunya?

Pemicunya adalah keengganan prinsipal atau Agen Pemegang Merek (APM) untuk memasarkan mobil peminum solar karena kualitas solar di Indonesia belum berstandar global. Padahal, pasokan bahan bakar jenis solar yang sesuai dengan standar internasional akan mendorong industri otomotif semakin giat merakit dan memasarkan kendaraan jenis ini.

“Untuk prinsipal sebenarnya sudah siap semua. Bahkan, di luar negeri juga semakin banyak yang beralih ke diesel,” kata Pembina III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR, di Jakarta.

Sepanjang PT Pertamina (Persero) dapat menyediakan solar yang sesuai standar Euro4 dengan distribusi yang bisa menjangkau seluruh Indonesia, menurut Sudirman, APM siap menggenjot perakitan dan pemasaran kendaraan diesel.

“Market share kendaraan bermesin diesel di sejumlah negara tetangga saat ini sudah jauh lebih besar dibandingkan kendaraan bermesin bensin. Sementara, di Indonesia pangsa pasar diesel baru 20%,” katanya.

Sekarang ini Pertamina tercatat memasarkan tiga jenis solar untuk kendaraan bermesin diesel, yakni biosolar, dexlite, dan Pertamina dex.

Biosolar memiliki cetane number 48 dan sulfur content maksimal 3.000 ppm. Dexlite memiliki cetane number minimal 51 dan sulfur content maksimal l.200 ppm. Sedangkan jenis tertinggi untuk solar adalah Pertamina dex yang memiliki cetane number 53 dan sulfur content maksimal 300 ppm.

Semakin tinggi angka cetane number, maka kualitas bahan bakar juga semakin baik. Sementara semakin kecil angka sulfur content, emisi gas buang juga semakin ramah lingkungan. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here