TMMIN Libatkan Insinyur Lokal untuk Bikin Kijang

TMMIN

RAJAMOBIL.COM, Cannes – Pengembangan model Toyota Kijang mulai dari tahap awal hingga tahap akhir ternyata telah melibatkan puluhan insinyur lokal.

Para insinyur itu menerjemahkan keinginan konsumen Indonesia bersama koleganya di Jepang, agar setiap generasi Kijang yang dipasarkan mencerminkan dan memenuhi kebutuhan konsumen. Ini karena Indonesia merupakan prioritas utama dalam pengembangan model Kijang.

“Sejak generasi pertama, Kijang didesain dan dikembangkan dengan mengacu pada kondisi dan kebutuhan konsumen Indonesia. Toyota melibatkan puluhan insiyur lokal dalam setiap pengembangan Kijang mulai dari pembuatan desain hingga pengujian di berbagai kondisi jalan di Indonesia. Produk ini bukan hanya mencerminkan selera konsumen tanah air namun sejatinya Kijang menjadi produk kebanggaan hasil karya anak bangsa dengan kualitas global”, ungkap Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN di Perancis.

Toyota Kijang diproduksi dan jual perdana tahun 1977. Generasi pertama Kijang ini lebih dikenal dengan julukan ‘Kijang Doyok’. Pada saat itu, Kijang Buaya dibuat di Pabrik Sunter, Jakarta Utara.

Secara bertahap, Toyota Indonesia berupaya untuk meningkatkan kandungan lokal dan mengikutsertakan semakin banyak pemasok lokal sehingga model Kijang dapat memenuhi komitmen untuk selalu memberikan kontribusi pada industri otomotif Indonesia.

Kini, All New Kijang Innova memiliki kandungan lokal sebesar 85 persen dengan jumlah pemasok lokal lapis pertama sebanyak 96 perusahaan dari total 139 perusahaan pemasok lokal lapis pertama yang terlibat dalam kegiatan produksi di TMMIN.

Adapun investasi yang ditanamkan oleh Toyota Indonesia untuk memperkenalkan generasi ke-6 Toyota Kijang tersebut mencapai 4,9 trilyun rupiah. Mobil keluarga ini diproduksi di fasilitas manufaktur TMMIN Karawang 1 Plant dengan mesin bensinnya, bernama TR-K, di produksi di Sunter 1 dan Sunter 2 Plant.

Secara keseluruhan, fasilitas manufaktur TMMIN terdiri dari lima pabrik yang memproduksi tujuh model kendaraan utuh, seperti Kijang Innova, Fortuner, Etios Valco, Yaris, Vios, Limo, dan Etios.

Sebanyak 9.500 karyawan terlibat dalam kegiatan produksi di fasilitas-fasilitas tersebut. Bicara volume produksi Kijang dimulai dari 2.000 unit tahun 1977 menjadi rata-rata 60.000 unit dalam lima tahun terakhir.

Pada 1987 model Kijang pertama yang diekspor Toyota Indonesia sekitar 500 unit per tahun ke beberapa negara ASEAN dan Pasifik. Selama 5 tahun terakhir, ekspor utuh Kijang Innova rata-rata mencapai 16.000 unit per tahun ke negara-negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, dan Timur Tengah. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here