Datsun Mengalami Penurunan Penjualan Pada Kuartal Ketiga

Datsun Go+
Datsun Go+

Datsun mengakui kehadiran mobil murah Toyota Calya dan Daihatsu Sigra membawa pengaruh yang kurang baik terhadap penjualan mereka.  Semenjak Calya dan Sigra meluncur di bulan Juli lalu, Datsun mengalami penurunan penjualan di kuartal ketiga sekitar 40 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Menurut penjelasan Indriani Hadiwidjaja selaku Head of Datsun Indonesia “Kalau dibandingkan per kuartal, memang, (penjualan) kami mengalami penurunan. (Kuartal ketiga) kira-kira turun sekitar 40 persen dibanding kuartal sebelumnya,” aku Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwidjaja, Jumat (16/12/2016) kemarin di Jakarta.

Hal ini, menurut Indri, disebabkan oleh kompetisi yang makin ketat di saat kondisi pasar otomotif Indonesia masih mengalami stagnasi.  “Adanya pemain-pemain baru di segmen LCGC (low cost green car) membuat performa kami sedikit tidak sesuai dengan harapan,” ucap dia.

Pemain-pemain baru di segmen LCGC yang Indri singgung ialah dua multi purpose vehicle (MPV) yakni Calya dan Sigra. Dua model yang mulai didistribusikan pada Juli itu membuat Go+ Panca milik Datsun bukan lagi satu-satunya mobil berkapasitas tujuh penumpang di segmen LCGC.

Selain akibat kedatangan kompetitor baru, momen pasca-Lebaran yang jatuh pada kuartal ketiga, lanjut Indri, juga ikut berefek pada penurunan penjualan.

Angka wholesales Datsun pada kuartal ketiga sendiri, menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hanya mencapai 5.143 unit. Jumlah tersebut turun sampai dengan 44,83 persen dibanding kuartal kedua yang menyentuh 9.322 unit.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here