Perbedaan Istilah ‘Tune Up’ Era Dulu dan Sekarang

RAJAMOBIL.COM, Bagi pengemudi mobil, istilah tune up mungkin sudah tidak asing lagi. Tune up adalah langkah pengembalian performa mesin dengan cara memeriksa beberapa komponen. Seiring berkembangnya zaman, ada perbedaan teknologi yang digunakan dalam mobil keluaran dulu dan sekarang. Sehingga, tune up yang dilakukan juga tidak sama.

Dimana letak perbedaan ‘tune up’ dulu dan sekarang? Simak penjelasannya di bawah ini.

Tune Up Pada Mobil Jadul

Istilah tune up zaman dulu ditujukan untuk perawatan yang meliputi pembersihan dan penggantian busi, serta menyetel karburator dan waktu pengapian. Lebih luas lagi, ada beberapa Langkah kompleks yang dilakukan untuk tune up mobil seri lama. Apa saja? Berikut daftarnya:

  • Membarui filter bahan bakar
  • Mengganti filter udara dan oli
  • Mengganti kabel busi apabila ada kerusakan
  • Membersihkan throttle body karena disana terdapat banyak sensor yang mengatur performa mobil
  • Mengecek komponen modul kontrol elektronik,
  • Dan mengganti timing belt dengan rantai yang lebih kokoh

Perawatan mobil  dilakukan secara berkala. Untuk kendaraan keluaran dulu, dianjurkan untuk dilakukan setiap 19.000 hingga 30.000 kilometer.

Tune Up Pada Mobil Keluaran Baru

Tindakan tune up yang telah disebutkan di atas tidak perlu dilakukan untuk mobil keluaran terbaru. Sebab mobil yang dirilis pada tahun 2000 ke atas sudah menerapkan teknologi fuel injection dan electronic ignition. Sehingga perawatan agar performa mobil seperti semula lebih sederhana tanpa perlu lagi menyetel komponen khusus pada mesin.

Mobil seri anyar tentunya lebih kuat dibanding keluaran lama. Makanya, tune up disarankan untuk dilakukan setelah mobil melaju sejauh 24.000 km, 48.000 km, dan 96.000 km. Pada interval tersebut tune up yang dikerjakan mencakup penggantian oli dan pengecekan sistem yang vital. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui Engine Control Unit (ECU) untuk mengetahui bagian yang perlu diganti.

ECU pada mobil modern berfungsi untuk mengatur sistem radiator, aki, busi, injektor, katup mesin, hingga kunci mobil dan alarm. Jadi, pengerjaannya lebih sederhana karena tidak perlu membongkar komponen-komponen tersebut. Untuk pemeriksaan rem, suspensi dan penggerak roda, spooring dan balancing, aki, dan sistem kemudi tetap dikerjakan secara manual.Itulah perbedaan ‘tune up’ dulu dan sekarang. Jika Anda bertanya berapa lama waktu tune up? Jawabannya tergantung pada kondisi mobil. Oleh karena itu, disarankan melakukan perawatan rutin untuk mendeteksi kerusakan komponen sedini mungkin. Karena kerusakan satu komponen dapat memicu kerusakan lain sehingga biayanya juga akan membengkak.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here