Menakar Keiritan Truk Fuso Canter Eco Hybrid

hybridcars

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Di Tanah Air, nama truk Mitsubishi Fuso begitu melegenda karena telah berperan besar sebagai armada angkutan sejak berpuluh tahun silam. Selain truk besar, Fuso juga dipakai sebagai nama untuk kategori truk ringan.

Namun bagi kebanyakan kalangan bisnis Indonesia, nama Colt Diesel lebih akrab terdengar si kepala kuning. Di Australia, yang memiliki karakteristik medan yang mirip dengan Indonesia, sejumlah jenis kendaraan, termasuk truk, memiliki kemiripan dengan yang dipasarkan di Tanah Air. Begitu juga dengan truk Fuso.

Kali ini kita akan membahas hasil pengujian terhadap Fuso Canter (Colt Diesel) Eco Hybrid generasi kedua, yang menghasilkan penilaian apik dari sejumlah media setempat.

Fuso Canter Eco Hybrid memiliki motor listrik untuk mendukung mesin diesel konvensional turbocharged berkapasitas 3.0 liter. Seperti sistem hybrid kebanyakan, pengereman regeneratif dapat dipakai untuk memberikan daya pada baterai lithium-ion. Juga ketika menuruni jalan menurun, motor listrik juga dapat berperan sebagai pelambat laju, demikian seperti dilansir fullyloaded.

Sejumlah fitur menarik lainnya yang ditemukan pada Fuso Canter Eco Hybrid adalah girboks otomatis dual clutch (kopling ganda), fungsi idle stop start dan mechanical suspension seat.

Bila Fuso Canter Eco Hybrid menempuh jarak 35.000 km per tahun dengan kecepatan rata-rata 35 km/jam, Mitsubishi yakin sebagian biaya untuk pembelian bahan bakar selama empat tahun jika menggunakan truk bermesin konvensional bisa ditabung.

Manajer Fuso Product Planning, Kevin Johnston, mengatakan efisiensi bahan bakar mesin hybrid dengan diesel bisa setara tergantung pada kecepatan rata-rata kendaraan. Semakin rendah kecepatan, maka mesin hybrid akan semakin irit.

“Jika kita mengendarai pada kecepatan sangat rendah, katakanlah rata-rata 20 km/jam, maka tingkat efisiensi bahan bakar akan meningkat di atas 25 persen,” ujar Johnston.

Sementara jika kecepatan rata-rata 35 km/jam, efisiensi bahan bakar kemungkinan meningkat 22 persen. Tapi jika sudah di atas 40 km/jam, maka tingkat efisiensi hanya naik 10 persen atau jika lebih tinggi lagi akan menghilangkan potensi keiritan mesin hybrid. Pasalnya, pada kecepatan tinggi, mesin yang bekerja adalah mesin konvensional. [yog]

Tertarik dengan mobil Truk Mitsubishi ini? Dapatkan penawaran menarik di sini

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here