Mana Lebih Mahal, Perawatan Transmisi Matik atau Manual?

ist

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Saat ini masih banyak orang yang takut menggunakan mobil bertransmisi otomatis karena dianggap jauh lebih mahal dan sulit perawatannya. Benarkah demikian?

Menurut seorang mekanik di bengkel khusus transmisi matik di kawasan Cinere, Depok, biasanya biaya perawatan dan perbaikan girboks manual lebih murah ketimbang girboks matik. Alasannya, transmisi matik lebih rumit dan memiliki lebih banyak komponen dan fungsi. Namun demikian, soal biaya perawatan tergantung pada gaya pengemudi pemilik mobil.

Ia menjelaskan bahwa girboks matik memiliki perangkat mekanis, hidraulik dan elektronik banyak yang bekerja secara harmoni demi memuluskan perpindahan gigi. Sebaliknya, transmisi manual didominasi oleh perangkat mekanis yang bergantung pada tugas pengemudi memindahkan posisi gigi sesuai kondisi pengemudian.

Berbicara mengenai biaya perawatannya, itu tergantung pada jenis kendaraan dan kecanggihan sistemnya. Untuk kendaraan biasa, penggantian oli transmisi setiap kelipatan 60 ribu km, dana yang dibutuhkan termasuk biaya servis berkala sekitar Rp 1,5 jutaan. Sementara untuk penggantian oli transmisi manual setiap 40 ribu km termasuk penggantian suku cadang sesuai ketentuan, menghabiskan dana sekitar Rp 1,3 jutaan.

“Biaya akan meningkat sekitar dua kali lipat untuk kendaraan yang dilengkapi transmisi CVT dan juga untuk mobil mewah,” katanya.

Namun demikian, ujarnya, transmisi manual bisa saja lebih cepat rusak dan perawatannya menjadi lebih mahal jika si pengemudi memiliki kebiasaan menyetir yang kasar dalam perpindahan gigi dan kaki sering menggantung pada pedal kopling.

Secara umum, jika mengacu pada panduan servis berkala, penggantian oli transmisi manual setiap 40 ribu km termasuk penggantian suku cadang sesuai ketentuan membutuhkan dana sekitar Rp1,3 juta hingga Rp2 jutaan. Sementara untuk kendaraan matik dengan penggantian oli transmisi setiap kelipatan 40.000 hingga 60.000 km, maka dana yang dibutuhkan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2,5 jutaan, tergantung jenis dan merek kendaraan.

Jika melihat perbedaan itu, maka biaya perawatan untuk transmisi matik dengan manual sebenarnya tak jauh beda.

“Bahkan untuk transmisi matik modern sudah dilengkapi dengan peranti lebih canggih dan dikendalikan dengan komputer, sehingga dinilai lebih awet dan mudah dioperasikan, bahkan untuk pengemudian agresif sekalipun,” imbuhnya.

Dengan demikian, tak ada alasan untuk takut memiliki mobil bertransmisi matik untuk saat ini, karena suku cadangnya lebih awet dan mesin lebih irit, sehingga dari sisi biaya perawatan juga lebih terjangkau dari yang dibayangkan banyak orang awam. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here