Mengenali Masalah Pada Transmisi Otomatis

yogi megah perkasa

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Bagi Anda yang memiliki mobil bertransmisi otomatis, mungkin pernah mengalami masalah saat perpindahan gigi, seperti gigi selip atau posisi gigi kembali ke netral.

Mekanik khusus transmisi otomatis di bilangan Karang Tengah, Cinere, Depok, menjabarkan sejumlah gejala masalah pada transmisi otomatis dan juga cara penanganannya, meliputi:

  1. Kopling selip

Anda merasakan kopling selip (gigi keluar atau masuk), atau gas tinggi tapi mobil melaju lebih lambat dari kondisi normal. Kondisi ini disebabkan kopling selip dan terkadang gigi keras untuk dimasukkan ke posisi D.

  1. Mobil bergetar

Kondisi ketika mobil terasa bergetar atau tersendat-sendat saat melaju. Dalam kondisi seperti ini, Anda seperti mengemudi melintasi jalan bergelombang, meski sebenarnya jalan cukup mulus.

  1. Gigi sering ke posisi Netral

Sama seperti kopling selip, tapi pada masalah ini gigi selalu masuk ke posisi N (Netral) ketika mobil berhenti atau berjalan, yang biasanya terjadi saat kecepatan rendah. Terkadang ketika mobil melaju, gigi tak masuk yang menyebabkan mesin meraung. Tapi sesekali gigi masuk lagi, hanya mobil tak mau bergerak layaknya pada posisi Netral.

  1. Mesin bergetar hebat

Getaran ini terasa ketika mobil melakukan akselerasi, terutama ketika mesin mendapat beban berat, seperti saat menanjak atau menderek kendaraan lain. Tapi getaran ini berangsur hilang saat mesin langsam atau tanpa beban.

Apa penyebab masalah ini? Menurut mekanik tersebut, penyebab masalah seperti diungkap di atas adalah beragam. Tapi yang paling umum adalah adanya kebocoran di sil di dalam atau di luar transmisi. Juga ada kerusakan mekanis pada transmisi dan mungkin juga komponen di dalam transfer case, seperti gir, drum dan lainnya. Selain itu juga karena oli transmisi sudah lama, oli tak sesuai dan kerusakan pada peranti lunak dan keras. Namun, jangan diabaikan juga kerusakan pada sejumlah komponen dapur pacu serta engine mounting.

Ia memberikan saran untuk mengecek warna, konsistensi dan bau oli transmisi. Ketinggian oli yang sudah rendah juga dapat menyebabkan kopling selip. Bahkan jika Anda tak mendapatkan masalah seperti di atas, tapi warna oli transmisi sudah coklat atau gelap, itu tandanya transmisi sudah waktunya diservis, terutama harus ganti oli.

Seperti mesin, transmisi juga memiliki filter dan oli untuk pelumasan, sehingga perlu diganti secara reguler sesuai interval yang disarankan pabrik.

Jika satu gejala atau lebih seperti di atas terjadi pada mobil Anda dan Anda juga mencium oli seperti bau terbakar dan terasa kasar di tangan, Anda harus segera membawa mobil Anda ke bengkel khusus transmisi, karena ini membutuhkan penanganan yang tak sekadar servis biasa. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?