Industri Hulu Otomotif Harapkan Stabilitas Rupiah

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Di tengah kondisi terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, industri otomotif menjadi salah satu industri paling parah terkena dampaknya.

Pasalnya, sebagian besar bahan baku untuk industri otomotif di Indonesia masih diimpor, sehingga amat terpengaruh oleh gonjang-ganjing nilai tukar. Untuk itu, Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor Indonesia (GIAMM) meminta dukungan pemerintah memperkuat pertumbuhan industri hulu, khususnya otomotif.

Bentuk dukungan yang diharapkan dari pemerintah adalah intervensi terhadap pasar mata uang agar nilai rupiah tidak terus merosot, selain juga menerapkan kebijakan pro-pasar.

“Langkah tersebut harus dilakukan agar industri komponen dalam negeri tidak terganggu ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah. Industri komponen dalam negeri banyak mengimpor material atau bahan baku,” kata Ketua Umum GIAMM, Hamdhani, di Jakarta, Jumat (20/2).

Hamdhani menilai selama ini hanya 25% kebutuhan baja untuk industri komponen yang dipasok dari dalam negeri. Sementara sebagian besar aluminium masih diimpor karena aluminium untuk otomotif memiliki spesifikasi tertentu dan biasanya diproduksi perusahaan di luar negeri.

”Sebagian bijih plastik juga diimpor dan khusus komponen karet, hanya karet alam yang berasal dari dalam negeri. Setelah menjadi senyawa komponen karet, kebanyakan diimpor,” paparnya.

Saat ini GIAMM memiliki 195 anggota perusahaan produsen komponen otomotif yang terbagi menjadi produsen tier 1, tier 2, dan tier 3. [mor]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here