Otomotif Indonesia Bisa Pimpin Asia? Ini Kuncinya

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Indonesia sudah memiliki industri otomotif yang disegani di Asia Tenggara. Tapi masih perlu upaya lebih agar otomotif Indonesia menjadi pemimpin.

Satu hal yang harus segera diperhatikan demi mendukung penguatan industri otomotif nasional, yaitu perlu sokongan tenaga kerja terampil yang memiliki sertifikasi.

“Sekarang kami sedang berdiskusi dengan Kadin Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Tenaga Kerja agar industri punya peran membangun tenaga kerja terampil,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, Jakarta.

Warih mencontohkan, pertumbuhan tenaga kerja terampil di Filipina sudah cukup pesat karena didukung oleh sertifikasi yang mumpuni.

“Salah satu kelemahan tenaga kerja di Indonesia, yakni kesulitan untuk mendapatkan sertifikasi, sehingga kurang kompetitif. Sementara, di negara-negara lain diharuskan ada sertifikasi,” papar dia.

Tantangan lain yang dihadapi oleh industri otomotif Indonesia, lanjut Warih, terkait supply chain atau rantai pasok. Saat ini, rantai pasok industri otomotif Indonesia masih sekitar 1.000 unit, sedangkan Thailand sudah mencapai 2.000 unit.

“Keberadaan Pusat Logistik Berikat merupakan langkah awal untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional karena dapat membantu kelancaran aktivitas industri,” ujar Warih.

Menurut Warih pelaku industri otomotif terus berkoordinasi dengan pemerintah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan daya saing industri serta ekspor. Pada 2016 TMMIN menargetkan ekspor sebesar 176.000 unit untuk CBU. [yog]

Berita terkait

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here