RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Kendaraan berteknologi listrik jadi era baru di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang tengah gencar mengaungkan penggunaan teknologi alternatif guna mengganti pemakaian bahan bakar fosil. Sebagai wujud implementasinya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan keinginan untuk mengganti seluruh kendaraan dinas dengan menggunakan mobil listrik.

Hal ini seperti yang disampaikan Luhut dalam pembukaan Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 kemarin, Rabu (4/9) di Jakarta. Ia menargetkan, dalam waktu dua hingga tiga tahun kedepan, seluruh kendaraan dinas BUMN, Swasta, hingga pemerintah Indonesia menggunakan teknologi listrik.

Gak Hanya Dipamerin, Mobil Listrik di IEMS 2019 Juga Bisa di Jajal

Menko Kemaritiman IEMS 2019

“Ini harus kita dukung bersama. Bahkan saya berkeinginan di tahun 2021 atau 2022 mendatang, kalau sudah siap semua, kendaraan dinas pemerintah diwajibkan mobil listrik. Kita harus dorong ini,” ungkap Luhut.

Untuk mewujudkan hal ini, Luhut menyatakan sudah berbicara dengan Presiden terkait hal tersebut. Untuk itu, Pemerintah kini tengah mematangkan terkait ekosistem kendaraan listrik guna mewujudkan program era elektrifikasi di Indonesia.

Salah satu dampak positif dari penggunaan mobil listrik ialah udara yang baik bagi tubuh. Ia mencontohkan, udara di Jakarta 75 persen bisa dikatakan kurang baik. Lebih dari setengahnya, sekitar 60 persen disebabkan oleh kendaraan. Jadi bila sudah menggunakan kendaraan listrik yang tidak menghasilkan polusi, maka pencemaran udara bisa dikurangi. Selain itu, penggunaan bahan bakar fosil yang terus berkurang.

Wuling E100 IEMS 2019

Mitsubishi Ramaikan Mobil Listrik di Indonesia

Sejalan dengan program pemerintah, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggelar pameran IEMS 2019. Dalam ajang ini, beragam mobil listrik dari berbagai intansi baik pemerintah, pihak swasta sampai berbagai kampus yang ada di Indonesia dipamerkan. Terdapat pula juga motor dan kendaraan umum serta industri pendukung lain seperti baterai serta stasiun pengisian daya guna dipamerkan kepada pengunjung

Peserta terdiri dari beberapa brand otomotif dan juga instansi terkait, seperti Toyota, Wuling, DFSK, Mitsubishi, Nissan, Hino, Viar, Gesits, PLN Disjaya, Blue Bird Group, PT Pindad, PT Pertamina (Persero) serta kampus Institut Teknik Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here