RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Tren mobil berteknologi mesin turbo tengah digandrungi di Indonesia. Beberapa brand otomotif menghadirkan produk dengan mengadopsi teknologi tersebut. Alasannya, guna menghasilkan tenaga yang besar, namun mesin yang digunakan berkubikasi kecil.

Mobil dengan teknologi mesin turbo juga dianggap lebih hemat bahan bakar. Selain itu teknologi ini juga mampu membuat pembakaran mesin lebih ramah lingkungan ketimbang mobil bermesin konvensional. Tidak hanya mesin turbo, ada juga teknologi CVT atau Continuous Variable Transmission (CVT).

Ini adalah sistem transmisi dikembangkan dengan yang tidak memiliki gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi otomatis konvensional.

Lantas apa keunggulan dari dua teknologi yang tengah tren tersebut?

1. Mesin Turbo

Mesin sejatinya merupakan tenaga penggerak dari mobil. Bermacam-macan teknologi dihadirkan guna menghasilkan akselerasi yang baik. Namun terkadang, semakin bertenaga mobil mesin yang digunakan juga akan semakin besar. Untuk itu, pabrikan mobil berinovasi dengan melahirkan teknologi turbocharged.

Teknologi turbocharged atau turbo ini membuat mesin berkubikasi kecil tapi bisa menghasilkan tenaga yang lebih besar. Hal ini berkat turbin dan kompresor akan bekerja maksimal sehingga mampu mendongkrak tenaga mesin jauh lebih tinggi dan membuat mobil dapat berakselerasi lebih maksimal.

Bila dibandingkan, mobil dengan mengadopsi mesin turbo dan nonturbo, yang memiliki jumlah kubikasi yang sama, namun tenaga yang dihasilkan bisa berbeda. Jadi wajar bila pabrikan kini mengembangkan mobil bermesin turbo dibanding mesin konvensional pada produk buatannya.

2. Transmisi CVT

Tidak hanya mesin turbo, pabrikan mobil dunia juga berinovasi dengan menghadirkan teknologi dibagian transmisi. Dengan mengadopsi teknologi ini, perpindahan gigi akan terasa lebih halus. Sebab cara kerja transmisi CVT lebih lembut dibanding model transmisi biasa.

Penggunaan mobil bertransmisi CVT disebut-sebut memiliki beberapa keunggulan. Seperti tidak terasanya sentakan saat perpindahan gigi perseneling, selain itu transmisi CVT juga tidak memiliki engine brake yang cukup kuat. Akibatnya, saat melewati jalan turunan, kerja rem tidak terlalu berat ketimbang mobil otomatis konvensional. Ini membuat umur rem pada mobil Anda akan lebih panjang.

Tidak hanya itu, penggunaan transmisi CVT juga mampu membuat bahan bakar lebih hemat. Untuk itu, penggunaan mobil dengan transmisi CVT bisa dikatakan bukan lagi tren. Namun sudah jadi gaya hidup guna memberikan kenyamanan saat berkendara.

Salah satu pabrikan yang memiliki produk dengan mengadopsi kedua teknologi ialah Wuling Cortez varian CT. Mobil yang hadir dengan tagline ‘The New Advanced MPV’ ini mampu mengakomodir kebutuhan keluarga Indonesia.

Memiliki kapasitas kursi hingga tujuh orang, Wuling Cortez CT sudah dilengkapi dengan beragam teknologi dan fitur yang mendukung keamanan, kenyamanan dan mesin yang mumpuni. Hal ini berkat adanya mesin dengan tenaga maksimal sebesar 140 Hp dengan torsi 250 Nm dan disalurkan ke roda depan (FWD).

Untuk memberikan kenyaman, Wuling Cortez CT juga sudah mengadopsi teknologi transmisi CVT. Sedangkan untuk pemasarannya, medium MPV ini hadir dalam tiga varian yang banderolnya dimulai dari Rp 236,5-288 jutaan (OTR DKI Jakarta).

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here