Eks Insinyur Takata Siap Bersaksi Terkait Airbag

RAJAMOBIL.COM, Los Angeles – Permintaan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) agar whistleblower kasus airbag Takata segera memberikan kesaksian, akhirnya direspons seorang mantan karyawan perusahaan asal Jepang itu.

Mark Lillie, yang meninggalkan Takata pada 1999, mengaku bahwa ia pernah memperingatkan perusahaan agar tidak menggunakan ammonium nitrat sebagai bahan untuk meletupkan airbagkarena bahan ini dapat menyebabkan kegagalan pada kantung udara. Dan jika melihat kasus yang terjadi pada insiden yang melibatkan airbag buatan Takata, pernyataan mantan insinyur Takata itu benar.

Kemunculan Lillie akan jadi bahan penyelidikan NHTSA untuk mengetahui apakah Takata memang terbukti ingin menyembunyikan masalah itu atau ingin mengabaikan data yang memicu risiko keselamatan bagi publik. Pemerintah federal AS ingin para whistleblower kasus Takata memberikan kesaksian di pengadilan.

Kasus airbag Takata itu telah menyebabkan sekitar 24 juta kendaraan di-recall setelah menyebabkan enam kematian pada mobil Honda.

“Saya tahu ini nantinya akan menimbulkan petaka, dan saya tak ingin nama saya dikaitkan dengan kasus ini,” kata Lillie kepada Automotive News.

Takata melakukan kajian desain pada 1999 untuk membahas penggunaan ammonium nitrat. Saat itu, Lillie sudah mengingatkan bahwa bahan itu tak cocok sebagai bahan inflator airbag.

“Saya sudah bilang bila bahan ini tetap dipakai, seseorang akan meninggal akibat airbag yang bermasalah,” ucap Lillie. [mor]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here