Kapan Sebaiknya Ganti Peredam Kejut?

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Shock absorber, atau lebih dikenal sebagai peredam kejut, memiliki peran penting dalam meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara, karena alat ini mampu meredam guncangan saat melewati jalan jelek atau bergelombang.

Ada beberapa tanda yang dapat Anda kenali bahwa shock breaker sudah harus diganti, seperti mobil mengalami bantingan keras saat melalui rel kereta api, bodi mobil berayun-ayun saat kecepatan tinggi atau bodi mobil tetap memantul-mantul setelah melalui jalan bergelombang. Indikator lainnya adalah munculnya bunyi yang tak biasa ketika melewati gundukan atau jalan berbatu, bodi limbung atau bagian depan mobil menukik tajam saat mengerem kuat.

Salah satu cara memeriksa kondisi shock adalah dengan menekan kuat bagian ujung kendaraan secara bergantian. Jika bodi masih memantul setelah tidak ditekan, itu pertanda shock harus diganti. Namun, pengecekan seperti ini dibutuhkan tenaga kuat, dan itu akan sulit dilakukan untuk kendaraan yang tinggi seperti SUV atau pick-up besar.

Atau kalau tidak, Anda bisa meminta mekanik memeriksa kelayakan shock mobil Anda, terutama ketika mobil diangkat untuk merotasi roda. Mekanik akan bisa mengetahui apakah shock masih layak atau tidak dengan melihat rembesan oli, kerusakan karet (mounting atau bushing), atau terdapat kerusakan fisik pada shock, seperti penyok.

Untuk pemakaian normal, bisanya penggantian shock dilakukan setiap 80.000 km. Tapi itu juga tergantung pada cara dan di mana Anda mengemudi. Jika Anda sering mengemudi di jalan berlubang dan berbatu, mungkin Anda akan lebih awal mengganti shock sebelum internal yang disarankan pabrikan. [yog]


BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here