Industri Otomotif RI Butuh 1 Juta Ton Pelat Baja

Industri Otomotif RI Butuh 1 Juta Ton Pelat Baja

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan kebutuhan baja otomotif nasional setiap tahunnya mencapai 1 juta ton untuk pelat, 500.000 ton untuk hot rolled, dan 500.000 ton lainnya diperuntukkan bagi cool rolled.

“Dari volume kebutuhan baja, mayoritas produsen mengimpor dari negara-negara yang terkena bea masuk anti dumping (BMAD). Material baja otomotif yang dipesan secara khusus itu belum tersedia dari pemasok dalam negeri,” kata Ketua I Gaikindo, Yongkie D. Sugiarto, di Jakarta.

Sementara itu, Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menilai sejauh ini keluhan terhadap BMAD oleh pelaku industri otomotif telah terselesaikan. Meski demikian, pemerintah ke depan perlu memperbaiki cara merumuskan kebijakan.

“Dengan polemik BMAD, tampak terdapat kesenjangan antara pandangan pelaku industri dan pemerintah. Untuk memangkas jarak pandang itu, pemerintah perlu melibatkan pihak lain, terutama akademisi dan pelaku bisnis,” punkasnya.

Menurut hitungan TMMIN, saat ini Krakatau Steel hanya memasok sekitar 28% material dari kendaraan yang diproduksi dan hanya terdiri dari baja jenis hot rolled untuk piranti keras mobil seperti sasis.

Pada 2018, TMMIN menargetkan Krakatau Steel bisa memasok material baja secara penuh untuk produksi mobil. Kerja sama itu sejalan dengan kemauan perusahaan baja pelat merah itu menjalin kerja sama dengan Nippon Steel yang dianggap berpengalaman untuk memproduksi baja otomotif.[yog].

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here