Apa Kata Isuzu dan Nissan Soal Pasar Otomotif RI?

Apa Kata Isuzu dan Nissan Soal Pasar Otomotif RI?

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Pasar otomotif nasional yang belum bergairah tentu menjadi perhatian semua agen pemegang merek. Apa tanggapan mereka terkait kondisi ini?

Menurut Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Yohanes Nangoi, perusahaan harus memperluas pasar ekspor guna meningkatkan kinerja penjualannya.

“Pemulihan pasar domestik tahun ini masih belum signifikan. Market domestik memang belum terlalu kuat dan produsen harus menggenjot ekspor,” katanya di Jakarta, Kamis (4/2).

Lebih lanjut Nangoi menjelaskan, beberapa produsen mobil khawatir akan adanya pembengkakan biaya produksi yang terjadi tahun ini.

“Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan ongkos produksi, antara lain kenaikan upah minimum, tarif listrik, serta ketersediaan komponen di dalam negeri. Kalau upah dan tarif listrik naik, tentu biaya produksi akan membengkak,” papar dia.

Sementara itu, Budi Nur Mukmin, General Manager Marketing Strategy PT Nissan Motor Indonesia, menilai bahwa faktor utama yang dapat meningkatkan biaya produksi, antara lain stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Mayoritas komponen otomotif terutama yang berbahan baja masih didatangkan dari negara lain. Selain itu, sejumlah agen pemegang merek (APM) juga masih melakukan impor Completely Build Up (CBU) untuk beberapa produk,” ujar Budi.[yog].

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here