Inikah Saat Kematian Sedan Tiba?

RAJAMOBIL.COM, Los Angeles – Sedan yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan kendaraan kompak, mulai tergerus pesonanya oleh kegagahan model SUV dan crossover.

Fenomena ini mulai muncul seiring dengan lebih rendahnya harga bahan bakar minyak selama empat tahun terakhir, dan dibarengi dengan kian beragamnya model SUV serta crossover. Dan yang paling memikat adalah konsumsi SUV dan crossover kini juga setara sedan berkat penerapan teknologi terkini yang membuat mesin besar tetap efisien, kata Karl Brauer, analis senior di Kelley Blue Book, seperti dilansir Marketwatch.

Mulai dijauhinya model sedan itu, terutama di pasar AS, tergambar dari kegagalan yang dialami sedan medium Chrysler 200 menjaring konsumen baru. Akibatnya, banyak produk yang teronggok di gudang, dan konsekuensi terberatnya adalah, Fiat Chrysler Automobiles, beberapa waktu lalu mengumumkan PHK sekitar 1.300 pekerja di pabrik perakitan Sterling Heights Assembly Plant di Sterling Heights, Michigan, yang menjadi basis produksi Chrysler 200.

Chrysler 200 pertama kali diperkenalkan pada 2011 sebagai pembaruan dari model sedan Sebring. Model ini sebenarnya sudah dilakukan penyegaran pada desain dan material kabin lebih oke serta disematkan sejumlah teknologi terkini. Itu semua dilakukan demi menantang Toyota Camry dan Honda Accord, yang sama-sama sukses di pasaran. Namun faktanya, semua yang telah dilakukan FCA pada Chrysler 200 seperti sia-sia saja.

Chrysler 200 ternyata bukan satu-satunya korban dari merosotnya penjualan mobil kecil, termasuk sedan. Pasalnya, Mazda 6 juga mengaami hal yang sama, yakni penjualannya anjlok sekitar 37% hingga Maret lalu. Ada juga Kia Optima, yang penjualannya merosot 18%.

“Jika melihat Chrysler dan Kia yang tak punya sejarah panjang di segmen sedan, tentu akan lebih mudah tersingkir dalam situasi seperti saat ini,” ujar Jessica Caldwell, analis dari Edmunds.com.

Berdasarkan data yang dirangkum Edmunds, penjualan mobil sedang turun 0,4% mulai kuartal pertama 2015 hingga kuartal pertama 2016. Secara keseluruhan, segmen mobil sedang terus merosot dari 16% pada 2012 menjadi sekitar 13% pada 2016, menurut data Kelley Blue Book. Pada periode yang sama, pangsa pasar SUV dan crossover terus menanjak dari 10% pada 2012 menjadi 14% pada 2016.

Para pengamat otomotif melihat peningkatan pangsa pasar SUV dan crossover akan terus berlanjut. Konsumen sekarang ingin melihat sesuatu yang berbeda dengan SUV. Crossover dan SUV sekarang disukai karena menawarkan posisi duduk yang lebih tinggi, memiliki ruang penyimpanan barang lebih lega dan juga konsumsi BBM yang lebih irit dibandingkan dengan mobil kecil dan kompak. Dan yang tak kalah penting yang membuat SUV dan crossover menjadi pusat perhatian adalah harganya yang kini lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun lalu.

Namun demikian, meski tren ini telah menyebabkan penjualan sedan tertahan, sepertinya belum saatnya pabrikan mobil dunia mengalihkan fokus penjualan dari sedan ke SUV dalam waktu dekat ini. Itu artinya, sedan masih akan bertahan dalam waktu sekitar 10 tahun ke depan, tapi seiring dengan itu, pabrikan akan terus menambah model SUV dan crossover demi memenuhi keinginan konsumen dan tren pasar. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here