Masalah BBM di Jepang, Mitsubishi Indonesia ‘Wait and See’

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Masalah yang menimpa Mitsubishi Motors Corporation (MMC) terkait skandal ketidaksesuaian data konsumsi bahan bakar bensin (BBM) untuk mini car buatannya, eK Wagon, ek Space, Dayz, dan Dayz Rooz, ditanggapi santai oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).

KTB selaku agen pemegang merek kendaraan Mitsubishi di Indonesia menyatakan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil investigasi internal yang dilakukan komite Independen MMC di Jepang untuk mengusut tuntas masalah ini.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai masalah ini, sebab keempat mobil ramah lingkungan tersebut tidak dipasarkan di Indonesia,” kata Hisashi Ishimaki, President Director PT KTB, saat berbincang-bincang santai dengan awak media nasional di SCBD, Jakarta, Jumat (29/4).

Konsumen di Indonesia, ungkap Ishimaki, tak perlu risau dengan kasus ketidaksesuaian data konsumsi BBM pada mobil buatan Mistubishi yang ada di Jepang. (baca; Soal Ketidaksesuaian BBM, Mitsubishi Yakinkan Tidak ‘Ngefek’ ke Indonesia).

Menurutnya, di Indonesia KTB tidak memasarkan mobil di segmen LCGC. Selain daripada itu, semua produk yang dipasarkan juga tidak masuk ke dalam program yang mewajibkan konsumsi bensin harus 20 Km/liter.

“Kalau di Jepang bila ingin dapat izin, memang diharuskan teregistrasi berapa konsumsi bensinnya. Tapi di Indonesia, kita (KTB) tidak pernah mencantumkan konsumsi BBM di katalog atau di iklan,” papar dia.

Oleh sebab itu terkait masalah ini KTB masih dalam sikap wait and see hasil atas investigasi yang kini tengah dilakukan MMC.

“Saat ini KTB tidak dalam posisi untuk investigasi, tapi lebih kepada menunggu hasil dari MMC,” pungkas Ishimaki.

Jika hal ini sampai terjadi di Indonesia, Ishimaki menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas konsekuensi semua produk yang dipasarkan.

“Selama lebih dari 46 tahun lamanya, KTB selalu terbuka dan transparan dalam berbisnis otomotif di Indonesia,” ujar pria murah ini.

Lebih lanjut Hisashi juga mengungkapkan, kejadian ini tidak berpengaruh pada rencana MMC di Indonesia, seperti pembangunan pabrik baru hingga produksi Low Multi Purpose Vehicle (LMPV).

Ishimaki menuturkan, tim investigasi MMC tidak hanya sebatas kepada keempat produk tersebut, melainkan juga akan memeriksa seluruh mobil yang dipasarkan secara global, termasuk jika memang ada yang dipasarkan di Indonesia.

Selanjutnya komite independen tersebut nantinya juga akan memastikan model apa saja yang tidak sesuai dengan regulasi yang diterapkan di Jepang.

“Yang saya dengar investigasi akan berjalan selama tiga bulan. Kemungkinan report finalnya akan diumumkan sekitar bulan Juli. Nanti dari waktu ke waktu Mitsubishi juga akan melaporkan hasil investigasi tersebut,” tutup Ishimaki. [yog]

 

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?