Ingin Beli Mobil Bekas? Hindari 10 Hal Ini

yogi megah perkasa
RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Menjelang musim mudik Lebaran, sebagian orang ada yang membeli mobil bekas untuk pulang kampung. Tapi Anda wajib teliti sebelum meminang mobil seken agar tak gigit jari di kemudian hari.
Ada 10 hal utama yang perlu Anda ketahui bila ingin membeli mobil bekas agar kantong Anda tak dibikin jebol karena harus melakukan perbaikan. Berikut 10 hal yang wajib Anda waspadai bila ingin membeli mobil seken, seperti dilansir Cheatsheet.com:
1. Karat.
Mobil lawas biasanya rawan terkena karat, terutama bila Anda membeli mobil dari kawasan dekat pantai. Bila Anda melihat ada karat di permukaan bodi atau kolong mobil, sebaiknya urungkan niat Anda untuk membelinya. Pasalnya, karat mudah menyebar bagaikan kanker di tubuh kita. Untuk memperbaikinya butuh waktu dan biaya besar, terutama jika seperempat panel belakang sudah terkena. Area ini harus terbebas dari karat, karena bila sudah muncul karat, akan berpotensi merembet ke kerangka mobil.
2. Bunyi Piston.
Bunyi semacam ketukan di dalam blok mesin bisa menandakan adanya masalah pada piston. Padahal, piston bagaikan jantung pada tubuh kita, yang memompa darah ke seluruh tubuh. Jika jantung bermasalah, maka distribusi darah akan terganggu. Begitu juga pada mobil, piston yang ‘memukul’ dinding blok mesin lama-kelamaan dapat melumpuhkan mobil di kemudian hari. Hal ini biasanya disebabkan oleh seringnya menunda penggantian oli atau oli berkulitas buruk dan jumlah oli mesin yang kurang.
3. Kerangka Rusak.
Kerangka mobil yang pernah mengalami tabrakan memang bisa diluruskan kembali dan ‘disembunyikan’ dari calon pembeli. Tapi di mata orang yang ahli di bidang ini, kerangka bekas tabrakan tak bisa disembunyikan. Jika mendapati kondisi seperti ini, lebih baik batalkan membeli mobil tersebut, karena ini akan mempengaruhi kekuatan atau stabilitas mobil.
4. Kelistrikan.
Mobil yang relatif baru boleh jadi belum terlalu rentan terkena masalah kelistrikan ketimbang mobil lama. Tapi bukan berarti masalah ini tak bakal menghinggapi mobil yang lumayan anyar. Pasalnya, tikus atau binatang pengerat lainnya yang menghuni ruang mesin, atau penggunaan peralatan yang berlebihan juga dapat merusak jaringan kelistrikan mobil. Kalau sudah begini, hindari untuk memboyong mobil tersebut, karena mengurut jaringan kelistrikan bukanlah hal mudah dan butuh waktu lama.
5.Gasket rusak.
Gasket gunanya untuk membatasi blok dengan kepala silinder mesin agar air dan oli tidak bercampur. Jadi kalau kepala gasket rusak, antibeku dan oli mesin bisa bercampur dan menghasilkan asap tebal berwarna putih dari moncong knalpot.
6. Baterai Hybrid lemah.
Populasi mobil hybrid kini semakin meningkat. Jika Anda berminat memboyong mobil jenis ini, perhatikan kesehatan motor hybrid-nya, karena jika sudah lemah, selain harganya menguras kantong, pemasangannya juga harus membongkar interior. belim lagi motor tersebut harus dikalibrasi ulang, yang tentu butuh waktu dan biaya lagi.
7. Transmisi.
Transmisi adalah salah satu sektor penting bagi mobil agar bisa berjalan. Alat pemindah daya mesin ke roda ini sangat vital perannya. Meski untuk sistem transmisi mobil lawas tak terlalu mahal, tapi untuk membongkar pasang jelas butuh biaya sendiri, selain tentu masalah waktu.
8. PCM rusak.
PCM adalah kependekan dari Power Control Module. Ini merupakan komputer di dalam mobil yang terdiri atas engine control unit (ECU) dan transmission control unit (TCU). Makanya, jika PCM bermasalah, mesin dan hampir segalanya yang bergantung pada microprocessor control, bakal terkena imbasnya. Beberapa hal yang kerap diakibatkan oleh kerusakan PCM seperti masalah pada sistem pengisian aki, transmisi, sejumlah kontrol emisi, atau komunikasi dengan modul kontrol lainnya akan terhambat atau terputus. Untuk perbaikannya sangat mahal, karena harus diprogram ulang dan memperbaiki hal-hal teknis lainnya.
9. Kabel Utama.
Kabel utama ibarat jaringan saraf pada otak kita. Kabel ini memiliki banyak cabang yang menghubungkan ke sejumlah sistem di dalam mobil. Jika salah satu kabel putus, untuk mencari masalahnya cukup rumit. Biasanya jika ada salah satu atau lebih kabel bermasalah, segelondong kabel itu harus diganti. Meski ada sistem perkabelan aftermarket yang harganya lebih murah ketimbang produk OEM, tapi tetap saja prosesnya rumit dan ini bakal menyerap ongkos kerja lumayan besar.
10. Bau Bangkai.
Isu terakhir bukan berkaitan dengan hal teknis, tapi masalah ini bisa memicu masalah lebih besar. Jika Anda mengendus bau bangkai di dalam kabin mobil dan Anda tak suka dengan bau itu, maka dibutuhkan ketelitian untuk mencari sumber bau. Tapi jika tak ditemukan sumbernya dengan kasat mata, tentu Anda perlu membongkar seisi kabin mobil. Kalau sudah begini, lebih baik Anda mundur untuk membeli mobil ini. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here