Ini Bukti Betapa Pentingnya V Belt Bagi Mobil Anda

Thinkstock

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Meski bentuknya hanya lingkaran besar berbahan karet, tapi drive belt bisa dibilang nyawa bagi mobil Anda.

Betapa tidak, tanpa komponen sederhana ini, mobil dan beberapa fungsinya tidak akan bisa bergerak.

Mekanik yang bertugas di bengkel di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, ini menjelaskan cara kerja Drive belt atau ada yang menyebut V belt.

Drive belt bekerja dengan memanfaatkan perputaran dari poros engkol mesin (crankshaft) untuk menggerakkan sejumlah komponen, seperti water pumps, alternator, kompresor AC, pompa power steering atau supercharger.

“Tapi ada juga mobil yang menggunakan belt terpisah untuk menggerakkan satu atau beberapa komponen yang berporos pada beberapa puli,” kata mekanik tersebut.

Belt tidaklah terlalu mahal harganya. Makanya jangan ragu untuk menggantinya jika terlihat sudah mulai koyak, rusak atau getas termakan usia.

“Jangan biarkan belt yang sudah sobek terus bekerja, karena kalau sudah putus, maka sejumlah komponen tak lagi bisa berfungsi. Bayangkan jika itu terjadi saat Anda berada di jalan, terlebih di jalan tol,” ucapnya.

Lalu, bagaimana mengetahui tanda-tanda bahwa drive belt sudah waktunya diganti?

Kalau secara fisik, Anda bisa melihat permukaan belt yang koyak. Meskipun koyaknya kecil, tapi lama-lama akan melebar karena karet tersebut berputar kencang dan bertugas berat dalam menggerakkan beberapa komponen.

“Bagian dalam karet yang mulai aus atau tipis, juga menjadi penanda belt harus diganti,” sarannya.

Penanda lainnya adalah bunyi aneh seperti putaran roda besi berkarat disertai bunyi decitan. Bunyi itu muncul biasanya ketika mobil akan berakselerasi dari putaran gigi rendah.

“Bunyi aneh itu muncul karena belt sudah aus sehingga selip dan berputar lebih lambat dari puli,” katanya.

Jika sudah parah, beberapa komponen yang diputar oleh drive belt bisa kurang optimal fungsinya, sehingga memicu lampu indikator di spidometer menyala.

Untuk periode pergantian drive belt, menurut mekanik itu, tergantung pada kondisi dan usia mobil. Tapi ia menyarankan untuk memeriksa drive belt setahun sekali untuk kendaraan yang usianya sudah lebih dari dua tahun jika mobil sering dipakai untuk perjalanan jauh.

Ia mengatakan pemeriksaan rutin terhadap drive belt penting dilakukan. Pasalnya, bila belt sampai putus, maka aki tak bisa lagi terisi dayanya, AC tak bisa menyemburkan hawa dingin dan power steering tak berfungsi. Selain itu, karena belt juga menggerakkan water pump, maka kalau belt putus mesin akan kepanasan. [yog]

Dapatkan segera penawaran menarik mobil baru idaman anda, klik di sini !

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here