Mengapa Airbag Tidak Mengembang Saat Kecelakaan ? Ini Penjelasannya !

Ilustrasi Airbag Mengembang

RajaMobil.com – Seringkali kita melihat kasus kecelakaan pada mobil, ada AIRBAG yang tidak mengembang. Mengapa demikian? Karena pada prinsipnya, AIRBAG baru akan berfungsi ketika sensor mendeteksi adanya tumbukan di bagian yang terdapat sensor AIRBAG. Dimana sensor tersebut telah ditempatkan di bagian yang bisa berakibat fatal bagi penumpang jika terjadi kecelakaan serta dirancang sedemikian rupa untuk menerima signal dari benturan yang akan diteruskan ke bagian ECU (Electronic Central Unit), lalu AIRBAG akan mengembang. Perlu di ketahui, airbag mengembang hanya sekali ketika terjadi kecelakaan.

Terdapat 8 situasi dan kondisi mengapa AIRBAG tidak mengembang, yaitu:

1.Tabrak Sesuatu yang tidak mengenai titik sensor. Contohnya adalah menabrak Tiang Listrik. Jika titik tumbuk tidak dekat dengan sensor maka airbag tidak akan mengembang.

2.Benturan dari Samping. Untuk mobil yang tidak memiliki airbag di pilar B, maka airbag tidak akan mengembang. Misalkan bagian mobil yang ditabrak samping pintu atau tengah.

3.Tabrak dari Belakang. Hal ini biasanya terjadi dikondisi jalan tol dan ditabrak dari arah belakang.

4.Mobil Terguling. Ketika kecelakaan dan mobil terguling-guling, benturan yang umum terjadi adalah antara sisi samping mobil atau bagian atas-bawah mobil.

5.Tabrak Objek Tinggi. Contoh kasusnya adalah mobil sedan yang menabrak bagian belakang truk sehingga kap mesin masuk ke kolong truk.

6.Tabrakan Beruntun. Jika tabrakan frontal, airbag masih mungkin mengembang. Sementara jika hanya mengenai bagian samping bumper depan, airbag ada kemungkinan tidak mengembang.

7.Objek Bergerak. Menabrak mobil bagian depan yang sedang bergerak, memungkinkan airbag tidak mengembang.

8.Kecepatan Dibawah Ketentuan. Airbag dirancang untuk mengembang ketika mobil berada di atas kecepatan 25 km/jam.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here