Cikarang – Tepat pada hari ini, Senin (22/10) PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) meresmikan ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II yang langsung dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Selaku pabrikan kendaraan roda empat dan roda dua Suzuki di Tanah Air, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Seiji Itayama – President Director PT Suzuki Indomobil Motor dan President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor

“Hari ini sangat bersejarah bagi kami, karena ekspor produk terbaru kami, yaitu All New Ertiga dan NEX II mulai dilakukan. Dua produk ini merupakan karya anak bangsa yang dibuat di pabrik Suzuki Cikarang dan Tambun yang telah menjadi produk global. Selain itu, persemian ini merupakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ekspor dan memajukan perekonomian dalam negeri,” ucap Seiji Itayama, President Director PT SIM.

Sejarah singkat ekspor kendaraan Suzuki dimulai pada tahun 1993, saat itu tiga produk Suzuki yakni Carry Futura, Carry Real Van dan Katana mengawali ekspor Suzuki Indonesia. Tak hanya itu, ekspor Suzuki turut disusul beberapa unit seperti Karimun di tahun 2001, Escudo di tahun 2003, APV di tahun 2005, Swift di tahun 2009 dan sepeda motor Suzuki Address (CBU) pada tahun 2015.

Selama 25 tahun melakukan kegiatan ekspor, tercatat sebanyak 484.023 unit (per September 2018) kendaraan CBU dan CKD telah dikapalkan Suzuki ke berbagai negara. Pada tahun ini PT SIM memiliki rencana di tahun 2022 akan menaikkan nilai target sebesar Rp. 11,3 triliun dibandingkan tahun lalu yang hanya mencatat Rp. 7,8 triliun.

Sejalan dengan kenaikkan target, Suzuki juga akan meningkatkan investasi seperti sumber daya manusia dan juga fasilitas pabrik perakitan. Namun pihak Suzuki tidak menyebutkan angka pasti perihal investasi yang akan diberikan.

Menteri Perindustrian – Airlangga Hartarto

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto turut menyampaikan bahwa Suzuki telah mampu melakukan ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II ke delapan negara maju. Hal ini menjadi sebuah harapan agar pabrikan kendaraan lain juga turut melakukan hal yang sama.

Berdasarkan roadmap, Suzuki telah mengambil langkah besar dengan menunjuk Indonesia. Sebagai pilar ketiga dari basis produksi mobil dan motor di dunia setelah Jepang dan India. “Pabrik Suzuki yang ada di Cikarang ini merupakan pabrik terbesar setelah India dan Jepang. Dimana pabrik ini telah mempekerjakan karyawan sebanyak 6.300 orang dengan angkan investasi sebesar Rp. 18,4 triliun. Saya berharap Indonesia mampu menjadi basis produksi Suzuki ke mancanegara,” tutup Airlangga. (Pras)

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here