Etika Berkendara yang Baik dan Benar Supaya Aman di Jalan

https://www.pexels.com/photo/action-asphalt-automobile-automotive-593172/

RAJAMOBIL.COM, Etika berkendara adalah faktor terpenting dalam keselamatan di jalan. Prinsip ini perlu diterapkan oleh siapapun pada saat berkendara. Etika berkendara berikut sudah menjadi aturan tak tertulis yang dipatuhi bersama.

1. Hanya Gunakan Bahu Jalan untuk Keadaan Darurat

Biasanya saat macet, pengendara menggunakan bahu jalan untuk mendahului pengendara lainnya. Padahal ini tidak boleh dilakukan. Bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat, misalnya ambulan yang sedang membawa pasien kritis.

2. Jangan Membuntuti Kendaraan dari Belakang

Ini terdengar sepele, tapi sebenarnya memberi dampak yang cukup besar. Tidak hanya membuat pengendara lain kesal, pengendara yang suka membuntuti kendaraan lain berpotensi mengalami kecelakaan, jika kendaraan di depannya berhenti mendadak.

3. Tidak Sembarangan Menggunakan Klakson

Tidak ada pengemudi yang senang diklakson, oleh karena itu, jangan mengklakson pengemudi lain seenaknya saja. Gunakan klakson seperlunya saja, seperti saat kendara lain terlalu dekat, atau ketika ada pengendara yang berhenti padahal lampu sudah hijau.

4. Meletakkan Ponsel Selama Berkendara

Maksudnya tidak hanya meletakkan ponsel, tetapi juga mengistirahatkannya dan fokus pada kemudi. Menurut National Safety Council, penglihatan manusia akan menurun 1/3 kali ketika mengemudi sambil membaca pesan di ponsel. Oleh karena itu menelpon ataupun berbalas pesan lewat ponsel saat mengemudi dapat meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

5. Hormati Pengemudi Lain

Ingatlah, ketika mengemudi, pengemudi tetap bisa melihat pengendara lain. Jadi sudah sepatutnya sesama pengguna jalan menghormati satu sama lain. Menghormati di sini salah satunya dengan cara mempersilahkan pengemudi lain untuk menyalib jika kendaraan sedang dalam mode lambat, atau menyalib orang lain jika ia mempersilahkan.

Jika sudah menyalib, pengemudi perlu mengucapkan terima kasih dengan cara melambaikan tangan. Lambaian tangan juga bisa menjadi kode untuk mempersilahkan pengemudi lain untuk menyalib, tergantung dari konteksnya. Jika dilihat-lihat, etika berkendara sebenarnya sangat sederhana dan mudah untuk dipatuhi. Meskipun begitu, dampaknya untuk kenyamanan berkendara sangatlah besar. Menerapkan etika berkendara di jalan besar juga dapat memperkecil terjadinya kecelakaan yang bisa memakan banyak korban.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here