RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Mobil keluarga mendominasi pejualan di pasar otomotif tanah air. Hampir 30 persen dari seluruh penjualan kendaraan di Indonesia, di dominasi oleh mobil yang kerap disebut multi purpose vehicle (MPV). Di kelas ini, terbagi lagi menjadi beberapa bagian, low, medium hingga high MPV.

Yang paling banyak dibeli masyarakat yaitu di segmen low MPV. Suzuki salah satu brand yang memiliki produk di kelas ini. Pertama kali melahirkan produk low MPV di tahun 2012 dengan nama Ertiga, mobil ini kini jadi salah satu penyumbang penjualan terbesar MPV. Di 2018, Suzuki melakukan perubahan pada Ertiga, mobil keluarga ini hadir dengan desain serta teknologi yang lebih segar.

Selang setahun kemudian, redaksi Rajamobil.com mendapat kesempatan untuk melakukan pengujian All new Ertiga. Menguji sebuah mobil idealnya digunakan dengan menggunakan rute jarak jauh. Hal ini lah yang kami gunakan.

Ya, awalnya kami diberi tantangan untuk menghabiskan waktu dengan All New Ertiga varian GX otomatis selama lima hari. Tujuannya? Tidak ada. Jadi selama melakukan perjalanan dengan All New Ertiga selama lima hari, tidak ada tujuan pasti. Yang jelas, kami ingin mencapai impresi dalam hal fun to drive, menguji handling, performa, suspensi dan pasti konsumsi All New Ertiga.

Memulai perjalanan pada 31 Maret 2019, perjalanan dimulai dengan menulusuri tol Cikampek hingga menembus ruas Cipali dan Palimanan. Seperti biasa, kemacetan di sekitar tol Bekasi hingga Cikarang pasti ditemui, karena adanya pembangunan insftrastruktur disana. Unit yang digunakan, All New Ertiga bertransmisi otomatis.

Kerja transmisi otomatis terasa saat menembus kemacetan. Perpindahan antara gigi mulai dari rendah hingga tinggi terasa cukup halus. Di tuas transmisi, terdapat lima pilihan mode. Dan hampir semua rute perjalanan kami gunakan pilihan mode D. Dengan pilihan ini sudah mampu memenuhi kebutuhan baik melaju pelan maupun dengan kecepatan tinggi.

Pada bagian kabin All New Ertiga, terasa lebih mewah dan mampu mengakomodir pengguna baik dari tampilan yang sudah menggunakan wood panel dibagian dashboard, head unit layar sentuh, USB charging port, ventilated cup holder dan tentu Ertiga sudah mengadopsi double blower.

Singkat kata, kami singgah ke kota Cirebon dan menyelusuri beberapa ruas protokol di kota udang tersebut. Menjelang siang, perjalanan dilanjutkan menuju Semarang dengan menyelusuri ruas tol trans Jawa. Dalam perjalanan ini, jadi kesempatan untuk memacu dengan kecepatan tinggi All New Ertiga.

Mesin dengan kode K15B berkapasitas 1.5 liter, berteknologi DOHC ini kami geber hingga kecepatan 150 km/jam. Impresi dari diam hingga kecepatan tinggi, terasa padat. Pada putaran rpm rendah ke tinggi, tidak terasa jeda. Ini memberikan kemampuan All New Ertiga saat di ‘kick down’ pedal gas saat ingin mendahului kendaraan di depan terasa padat dan mampu mencapai kecepatan tinggi dalam waktu singkat. Salah satu teknologi pada mobil ini, Electronic Stability Program (ESP) juga memberikan rasa aman bagi penggunannya.

Ini memberikan impresi yang baik pada mobil keluarga Suzuki yang kami tes. Total di hari pertama perjalanan yang kami tempuh mencapai 576 km dan avarage konsumsi bahan bakar di MID mencapai 16,2 km/liter. Angka ini terbilang irit dengan melihat kondisi jalan dan cara berkendara yang rata-rata mencapai 130 km/jam.

Di hari kedua, perjalan di lanjutkan menuju kota Jepara dan Wonosobo. Tujuannya yaitu untuk melintasi ruas jalan Pantura yang didominasi oleh kendaraan besar serta bus. Lagi, kenyamanan All new Ertiga di uji dalam tes ini. Kontur jalan yang kurang baik mampu dilibas dengan menggunakan suspensi MacPherson Strut with Coil Spring dan belakang Torsion Beam with Coil Spring mampu memberikan kenyamanan didalamnya.

Suzuki ertiga

Sementara saat menuju perjalanan ke Wonosobo, tepatnya daerah wisata Dieng, All new Ertiga benar-benar di uji handling dan juga performa mesinnya. Pasalnya, perjalanan dilalui dengan jalanan menanjak juga berkelok. Di saat seperti ini, fitr Hill Start Assist (HSA) sangat berguna. Pasalnya, disaat jalanan padat dan menanjak, pengemudi dapat dengan tenang melepas pedal tanpa khawatir kendaraan mundur. Pasalnya HSA akan bekerja menahan mobil saat jalan menanjak.

Total perjalanan di hari kedua ditempuh dengan jarak 287 km. Lanjut di hari ketiga, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Lama perjalanan yang ditempuh dari Dieng ke Yogya sekitar 5 jam. Perjalanan melewati perbukitan hingga memasuki kota Magelang, Jawa Tengah. Dalam perjalanan di hari ketiga, averange atau konsumsi bahan bakar rata-rata yang tertera di MID mencapai 15,6 km/jam. Angka ini terbilang baik dengan melihat kontur jalan yang berkelok dan padatnya ruas jalan menuju Jogjakarta.

Selama di Yogyakarta, berbagai lokasi wisata disambangi, mulai dari Vredeburg, Candi Prambanan, kolam umbul ponggok hingga wisata kuliner di kawasan Bantul. Ya, memang tujuan perjalanan adalah mengangkat wisata yang terdapat di kota yang kami singgahi. Untuk perjalan kami tempuh sejauh 434 km.

Suzuki ertiga

Pada hari kelima, kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta dengan melewati ruas tol trans Jawa. Selama melakukan perjalanan dari Jogja hingga Jakarta, dalam MID menunjukan perjalanan sejauh 808 km. Dengan itu, total perjalanan kami selama lima hari mencapai

Kesimpulan

All New Ertiga mampu memenuhi ekspektasi akan sebuah mobil keluarga. Beragam fitur yang ada pada mobil ini mampu memenuhi kebutuhan akan kenyamanan dan keamanan penggunannya. Handling serta perfoma mesin juga terbilang baik.

Dengan tampilan modern serta didukung dengan beragam fitur seperti fog lamp dan DRL mampu memberikan kepercayaan diri serta ketenangan saat melaju dalam jalan di malam hari dan berkabut.

Untuk konsumsi bahan bakar, All New Ertiga juga terbilang kendaraan yang hemat bahan bakar. Rata-rata konsumsi bahan bakar selama perjalanan mencapai 18 km/jam. Hal ini dilihat dari average pada MID mobil ini.

Tersedianya beberapa konsol penyimpanan dibagian kabin juga turut memberikan kenyamana lebih. Apalagi, bangku baris ketiga yang dapat dilipat secara rata mampu memberikan ruang penyimpanan yang lapang dibagian belakang. Beruntungnya, selama perjalanan kami tidak perlu menguji fitur keselamatan pada mobil ini seperti rem Anti-lock Braking System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan dual Airbags.

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here