Penjualan Mobil Nasional Bakal Rontok 14%

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Selama periode tiga bulan pertama 2015, pasar otomotif Indonesia diperkirakan akan melambat sebagai dampak dari menurunnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional yang kurang gereget.

Mengacu pada kondisi itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengestimasi penjualan mobil nasional menurun 14% menjadi 282.569 unit pada kuartal I tahun ini, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 338.500 unit.

“Penurunan penjualan mobil sudah diprediksi sejak awal tahun. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini melambat,” kata Wakil Ketua I Gaikindo Yongkie D. Sugiarto, di Jakarta.

Yongkie mengatakan, sejumlah pengamat ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 5%, jauh di bawah target pemerintah yang mematok angka 5,7%. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut menekan daya beli masyarakat.

Meski dolar AS cenderung menguat terhadap rupiah, menurut Yongkie, para agen pemegang merek (APM) tidak serta merta menaikkan harga jual mobil. Pasalnya, langkah ini dikhawatirkan justru akan membuat penjualan semakin tertekan.

“Penjualan mobil memiliki korelasi kuat dengan pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat. Kalau tiga elemen itu melemah, Gaikindo dan APM tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Per Maret 2015, penjualan secara wholesales mencapai 282.569 unit, sedangkan ritel 257.830 unit. Dengan demikian, selisih antara penjualan wholesales dan ritel mencapai 24.739 unit.

Berdasarkan data dari salah satu APM anggota Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales mencapai 99.639 unit Maret tahun ini, naik dari Februari yang sebanyak 88.738 unit.

Toyota masih memimpin pasar mobil dengan torehan penjualan 85.762 unit (30,4%), Daihatsu 45.317 unit (16%), Honda 44.488 unit (15,7%), Suzuki 35.087 unit (12,4%), dan Mitsubishi 32.797 unit (11,6%). [mor]

TAG

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Selama periode tiga bulan pertama 2015, pasar otomotif Indonesia diperkirakan akan melambat sebagai dampak dari menurunnya daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional yang kurang gereget.

Mengacu pada kondisi itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengestimasi penjualan mobil nasional menurun 14% menjadi 282.569 unit pada kuartal I tahun ini, dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang mencapai 338.500 unit.

“Penurunan penjualan mobil sudah diprediksi sejak awal tahun. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini melambat,” kata Wakil Ketua I Gaikindo Yongkie D. Sugiarto, di Jakarta.

Yongkie mengatakan, sejumlah pengamat ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya 5%, jauh di bawah target pemerintah yang mematok angka 5,7%. Selain itu, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ikut menekan daya beli masyarakat.

Meski dolar AS cenderung menguat terhadap rupiah, menurut Yongkie, para agen pemegang merek (APM) tidak serta merta menaikkan harga jual mobil. Pasalnya, langkah ini dikhawatirkan justru akan membuat penjualan semakin tertekan.

“Penjualan mobil memiliki korelasi kuat dengan pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah, dan daya beli masyarakat. Kalau tiga elemen itu melemah, Gaikindo dan APM tidak bisa berbuat apa-apa,” tuturnya.

Per Maret 2015, penjualan secara wholesales mencapai 282.569 unit, sedangkan ritel 257.830 unit. Dengan demikian, selisih antara penjualan wholesales dan ritel mencapai 24.739 unit.

Berdasarkan data dari salah satu APM anggota Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales mencapai 99.639 unit Maret tahun ini, naik dari Februari yang sebanyak 88.738 unit.

Toyota masih memimpin pasar mobil dengan torehan penjualan 85.762 unit (30,4%), Daihatsu 45.317 unit (16%), Honda 44.488 unit (15,7%), Suzuki 35.087 unit (12,4%), dan Mitsubishi 32.797 unit (11,6%). [mor]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here