Waduh, Ekspor Mobil RI Anjlok 29%

RAJAMOBIL.COM, Jakarta – Belum stabilnya perekonomian global telah menggerus volume ekspor mobil produksi Indonesia ke mancanegara. Apa yang perlu dilakukan pemerintah mengatasi masalah ini?

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yongkie D. Sugiarto, menyebutkan bahwa sebenarnya kinerja ekspor mobil utuh bisa ditingkatkan asalkan pemerintah memberikan insentif, antara lain penurunan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk produk sedan dan SUV sebesar 10% dari saat ini 30%.

“Adapun penurunan tarif PPnBM merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia,” papar dia.

Industri mobil juga meminta insentif pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu (tax holiday) untuk mendorong pengembangan industri komponen.

“Tax holiday sebaiknya diberikan kepada perusahaan komponen yang baru masuk selama 5 tahun sampai dengan 10 tahun,” ujar Yongkie di Jakarta.

Menurut data Gaikindo, ekspor mobil dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU) turun 29% menjadi 36.676 unit pada kuartal I tahun ini akibat tidak kondusifnya ekonomi negara tujuan ekspor dan belum adanya negara tujuan ekspor baru.

“Di kuartal pertama tahun lalu, ekspor mobil CBU mencapai 51.667 unit. Kinerja ekspor mobil CBU Indonesia tahun ini diprediksi stagnan dari realisasi tahun lalu sebesar 200.000 unit, jumlah itu jauh ini lebih rendah dari Thailand yang mencapai 1 juta unit,” kata Yongkie.

“Pengembangan industri komponen harus dilihat secara serius, sehingga perlu mendapatkan insentif tax holiday. Langkah ini dilakukan Thailand dan Vietnam untuk menarik investor,” ujar Yongkie.

Lebih lanjut Yongkie menambahkan, seharusnya Indonesia bisa mencontoh Vietnam yang gencar memberikan insentif tax holiday hingga 10 tahun untuk industri komponen. [yog]

BAGAIMANA MENURUT ANDA ?

Please enter your comment!
Please enter your name here